SMK KATOLIK SANTO MIKAEL SURAKARTA
          "Tiap hari Latih diri pantang mundur terus maju"

Home
WELCOME TO SMK MIKAEL SURAKARTA
Retret Guru dan Karyawan Kolese Jesuit PDF Print E-mail
Written by yulius   
Tuesday, 26 August 2014 09:03

Retret Guru dan Karyawan Kolese Jesuit

20 - 23 Agustus 2014


Retret Guru dan Karyawan Kolese Jesuit

20 - 23 Agustus 2014

Pengantar

Thank You Mom and Dad for Who I Am. Itulah Tema yang diangkat oleh Para Pater Jesuit dalam retret. Tema ini diusung agar kita menyadari bahwa Orang Tua sebagai Penopang, Guru, dan sahabat.  Dari hasil refleksi saya, orang tua telah mengukir tinta emas dalam kehidupan kita.

Sebagai anak, kita adalah buah dari cinta orang tua. Sebagai orang tua, anak adalah rahmat Allah yang luar biasa. Anak adalah sumber pengharapan bagi orang tua. Hubungan orang tua dan anak dapat dipastikan tak terpisahkan.

Orang Tua sebagai Penopang

Tema ini juga berhubungan dengan perikop Injil Matius 2 :1 -23, yang berbunyi :

2:1

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem


2:2


dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."


2:3


Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.


2:4


Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.


2:5


Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:


2:6


Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."


2:7


Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.


2:8


Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."


2:9


Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.


2:10


Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.


2:11


Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.


2:12


Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.


2:13


Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."


2:14


Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,


2:15


dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."


2:16


Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.


2:17


Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:


2:18


"Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."


2:19


Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:


2:20


"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."


2:21


Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.


2:22


Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.


2:23


Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Injil tersebut ingin mengatakan bahwa Yusuf yang sebagai orang tua Yesus ingin melindungi anaknya dari kejaran Raja Herodes, kalau direfleksikan dalam kehidupan nyata, orang tua kita mati – matian dalam melindungi kita, orang tua kita banting tulang untuk menghidupi kita. Bekerja siang malam untuk masa depan kita. Bahkan di dalam Injil juga dapat direfleksikan bahwa Maria, sebagai istri Yusuf, Maria nampak taat terhadapat Yusuf. Nah di dalam hubungan rumah tangga, seorang istri taat kepada suami, dan suami juga taat terhadap istri.


Orang Tua sebagai Guru

Tema ini juga berhubungan dengan perikop Injil Yohanes 2 : 1 – 12, yang berbunyi :

2:1

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;


2:2


Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.


2:3


Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."


2:4


Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."


2:5


Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"


2:6


Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.


2:7


Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.


2:8


Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.


2:9


Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,


2:10


dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."


2:11


Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.


2:12


Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.

Dari hasil refleksi saya dari Injil ini adalah kita sebagai anak, kita meniru apa yang dilakukan oleh orang tua. Kebiasaan – kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua, secara tidak langsung kita juga akan melakukannya. Orang tua sebagai guru, nah dalam hal ini, orang tua selalu menuntun kita untuk menjadi anak yang diharapkan. Namun kadang, kita menolak dan mungkin dapat memberontak, tapi hal itu malah justru membuat kita makin jauh dengan orang tua kita, bahkan mungkin orang tua mempunyai maksud yang baik.

 

Dalam retret ini, kita sebagai guru / karyawan mempunyai peran sebagai penopang, guru dan sahabat bagi siswa kita di Kolese tercinta ini. Kita sebagai pendidik juga berani untuk melindungi, mendampingi serta mendengarkan curahan hati siswa kita. Kita sebagai karyawan juga berani untuk melayani, mendampingi serta menjadi sahabat bagi siswa kita.  Semoga Damai Kristus bersertamu.

Last Updated on Tuesday, 26 August 2014 09:12